Senin, 24 Desember 2012

Seleksi Tanaman


Arti Seleksi: Memilih biji berdasarkan perasaan dan apa yang dianggap terbaik untuk ditanam, Atas dasar pengalaman, Metode pemuliaan tanaman
Maksud seleksi: Peningkatan sifat tanaman budidaya, Tanaman menyerbuk sendiri : cara seleksi individu tanaman untuk memperoleh tanaman     homozigot ), Tanaman menyerbuk silang : umumnya seleksi populasi)
Macam metode seleksi:
Seleksi Massa
Seleksi tertua dan paling sederhana.  Umumnya untuk menyerbuk sendiri.
Tetap digunakan sampai saat ini untuk: meningkatkan sifat atau memperoleh varietas baru
Walaupun disebut seleksi massa namun pemilihan tetap dilakukan thdp individu tanaman dengan sifat (fenotipe) yang diinginkan.
Populasi target: populasi homozigot heterogen (spt landrace/galur lokal atau varietas yang tercampur/multiline) Karakter target adalah: karakter kualitatif atau mempunyai heritabilitas tinggi (warna, ketahanan thdp penyakit) Dua tipe: Seleksi massa langsung (langsung terhadap karakter yang diinginkan); seleksi massa tidak langsung (thdp karakter yang berhub sec genetik dengan karakter yang diinginkan) Prinsip dasar: individu tanaman dipilih (seleksi massa positif atau negatif), tanaman terseleksi ditanam pada lingkungan target yang sesuai (lingkungan optimum/tercekam) Tujuan seleksi massa: mengurangi keragaman genetik dari suatu populasi dan meningkatkan frekuensi gen yang diinginkan. Kegunaan seleksi massa: 1) memperbaiki populasi landrace, 2) memurnikan varietas galur murni untuk mempertahan identitas varietas dan mendapatkan varietas yang memiliki ketahanan horizontal serta mempunyai adaptasi luas pada lingkungan baru. Kelemahan ): 1) seleksi berdasarkan fenotipe; 2) untuk seleksi massa tidak langsung …; 3)  hanya efektif untuk sifat yang dikendalikan oleh gen aditif; 4) homozigot dominant vs heterozigot Prosedur :  
Seleksi Galur Murni
Diperuntukan bagi tanaman menyerbuk sendiri.  Utk menyerbuk silang digunakan seleksi keturunan (sedikit berbeda dengan seleksi galur murni) Merup. seleksi tanaman tunggal dari populasi homozigot heterogen ) Didasarkan pada teori: “keragaman dalam suatu populasi heterozigot disebabkan oleh keragaman genetic dan lingkungan; sedangkan keragaman dalam galur murni disebabkan oleh keragaman lingkungan”
Pertama kali dikembangkan oleh botanist asal Denmark, Johansen, thn 1903 yang menyeleksi populasi campuran tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris var Princess Bean) Percobaan itu menunjukkan bahwa suatu populasi campuran dari tanaman menyerbuk sendiri bisa dipisahkan ke dalam galur-galur murni yang berbeda, tetapi seleksi lebih jauh didalam galur murni ini tidak efektif dalam merubah genotype galur. Populasi campuran dapat berupa populasi introduksi, landrace, atau keturunan tanaman bersegregasi. Genotipe baru tidak akan tercipta dengan menyeleksi populasi populasi homozigot homogen. Pelaksanaan ) dan bahan seleksi galur murni mirip dengan seleksi massa:
1.    Populasi tanaman tertentu dengan beberapa tanaman yang menonjol
2.    Seleksi/pilih tanaman yang berpenampilan lebih baik
3.    Individu terseleksi dipanen dan ditanam pada barisan terpisah
4.    Seleksi dilakukan pada barisan yang superior
5.    Uji dengan ulangan pada beberapa lokasi dan musim (menyertakan varietas pembanding)
Seleksi ini memberi kesempatan bagi famili/galur (barisan) untuk memperlihatkan struktur tertentu, apakah sudah homozigot atau masih heterozigot.
Seleksi Berulang (Recurrent Selection) biasa
Tujuan utamanya: untuk mengumpulkan gen (dengan saling silang) yang tersebar diantara sejumlah individu melalui seleksi pada setiap generasi. Untuk tanaman menyerbuk silang Umumnya didasarkan pada fenotipe individu tanaman dan tidak menggunakan uji keturunan Bermanfaat untuk sifat dengan heritabilitas tinggi, spt kadar minyak dan protein. Pada setiap daur seleksi bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman unggul (superior) secara individu dan agar terjadi kawin acak antara tanaman terseleksi.Dengan adanya kawin acak, maka seleksi ini dapat digunakan sebagai sumber galur untuk menciptakan varietas hibrida atau varietas bersari bebas.
Prosedur ) secara umum:
1.   Menyeleksi populasi campuran yang memiliki sifat yang diinginkan
2.   Pada tanaman seleksi dilakukan silang dalam (selfing)
3.   Biji dari hasil persilangan ditanam dalam barisan
4.   Tanaman keturunan ini disilangkan pada semua kombinasi yang mungkin (saling silang)
5.   Biji yang dihasilkan dicampur untuk membentuk populasi campuran yang baru (untuk daur berikutnya).

Contoh kemajuan sifat yang dicapai (kadar minyak biji pada tanaman jagung), by Sprague and Brimhall (1950).  Merupakan bukti efektifitas seleksi berulang sederhana dalam meningkatkan frekuensi gen yang diinginkan.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar