Sabtu, 13 April 2013

Puisi : Suatu Hari Nanti

Puisi : Suatu Hari Nanti

Suatu Hari Nanti 
* Kutulis tentang dirimu
Meski aku sebenar malu mencari tahu
Aku hanya takut Suatu hari nanti,
akan terjadi sesuatu yang membuatku kalut

# Jika hadir suatu waktu
Yang menakdirkan luka pada hatiku
Jika nanti aku lupa Lupa tawamu, bahkan namamu

 # Karena kita mengenal-Nya
Maka Dia memperkenalkan kita
Karena kita mengingat-Nya
Maka Dia akan membantu ingatan kita

# Mungkin, suatu hari nanti lupa akan bertambah
Aku lupa dirimu
Lupa keluargaku
Bahkan lupa diriku sendiri

# Untuk itu, sebelum aku lupa
Beritahu aku semua
Tentang dirimu, cerita hidupmu
Kusejarahkan kau dalam catatan hatiku

 # Meski aku sangat takut kehilangan memori ini
Tapi, aku yakin
Kau takkan pergi hanya karena pesonaku luruh
Karena, Dia-lah yang menyatukan (hati) kita

Karya: DP Anggy
kompasiana.com/DP_anggi

Tags  #Puisi  #Fiksi

Baca Puisi Lainnya :

Puisi : Ada Apa Dengan Hujan

Puisi : Ada Apa Dengan Hujan

Ada Apa Dengan Hujan

Hujan datang…
sekali lagi hujan datang….
Sayup- sayup terdengar rintih tetesanya di dalam kamar…
Bukan dari langit, bukan dari awan..
Bukan juga diakhiri dengan pelangi yang menawan…

Diawali dari air yang menguap karena panas matahari…
Begitu juga dengan hati yang terlanjur sepi dan kau tikam hingga mati…

Hujan… Sekali lagi hujan…
Lihat derasnya hujan yang mengguyur tubuh yang tercampakkan..
Lihat tetesannya mengalir pada luka yang masih menganga..
Lihat dengan jelas siapakah yang ada disana…
aku…atau dia.

karya : Nur Putri Koto
kompasiana.com/nurputrikoto

Tags  #Puisi  #Fiksi

Baca Puisi Lainnya :

Renungan Dari Sahabat


Renungan Dari Sahabat

RENUNGAN Dari Sahabat

Kita pernah "DILUKAI" ..
dan mungkin pernah "MELUKAI" ..
tapi karena itu kita BELAJAR ..
tentang bagaimana cara menghargai ..
menerima, berkorban dan memperhatikan ..

Kita pernah "DIBOHONGI" ..
dan mungkin pernah "MEMBOHONGI" ..
tapi dari itu kita belajar tentang KEJUJURAN ..

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan ..
mungkin kita tidak pernah belajar ..
arti dari MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF ..

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini ..
tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal ..
yang masih tetap bisa kita lakukan ..

yaitu BELAJAR dari masa lalu ..
untuk hari ESOK yang lebih baik ..

Hidup adalah proses, ..
Hidup adalah belajar. ..
Tanpa ada batas umur ..
Tanpa ada kata tua ..

JATUH, berdiri lagi ..
KALAH, mencoba lagi ..
GAGAL, bangkit lagi ..
Sampai Allah SWT memanggil: ..
"Waktunya PULANG" ..

keep smile ..
keep spirit ..
keep istiqomah all day ..

.. insya Allah ..

Salam Terkasih .. Dari Sahabat Untuk Sahabat ..


Tags  #Renungan  #Motivasi

Baca Renungan Lainnya :
Jika anda merasa ini  penting dan bermanfaat, Kami Mohon Share (Bagikan) Link blog sederhana ini pada teman atau kerabat anda melalui link share ke sosial media yang telah disediakan, sehingga blog sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, Terima Kasih,,,
Salam AYO BACA

Jumat, 12 April 2013

Lewat Mantera Kutemukan Lagi Kau Indonesia


Lewat Mantera Kutemukan Lagi Kau Indonesia

Aku ingin membawamu ke hutan
agar sepulang dari belantara
kau menjelma menjadi puisi

sebagaimana pohon-pohon
yang menjulang menyentuh kaki langit
sebagaimana air pegunungan
yang sejuknya seperti air kendi sewindu
Lewat Mantera Kutemukan Lagi Kau Indonesia
kau adalah syair dan mantra yang dibawa
oleh para paderi ratusan tahun lalu
hingga tanah ini berdengung, menyambut hadirmu
menangkupkan tangan dan kakimu di tanah ini
lalu kau tumbuh menjadi pemandangan , kelokan sungai
lahirlah kemudian nama:
lahirlah kemudian peristiwa

kau kemudian diberi nama Indonesia
syair mantera yang penuh dengan pujian-pujian
yang tersimpan di bilah-bilah gamelan
menjadi puluhan tembang,

namun ini semua cerita masa lalu
kini, dengan segala susah payah
orang–orang ingin mengembalikan lagi
mantera-manteramu yang lama hilang
dikikis jaman
hingga orang-orang menyebutmu lagi
kau Indonesia

karya : Budhi Wiryawan
kompasiana.com/budhiwiryawan


Tags  #Puisi  #Fiksi

Baca Puisi Lainnya :

Kemdikbud : Ini Contoh Lembar Jawaban UN 2013

Jelang UN 2013

Kemdikbud : Ini Contoh Lembar Jawaban UN 2013 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya merilis contoh lembar jawaban ujian nasional (LJUN) 2013 yang akan digunakan untuk tingkat SMA/SMK/MA/SMALB dan Paket C pada 15 April. Seperti yang diumumkan, pada LJUN ini terdapat barcode di sisi kanan atas sebagai penanda.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan bahwa LJUN pada tahun ini dibuat satu paket dengan naskah soal UN. Bahkan, barcode yang ada di sisi kanan atas LJUN tersebut juga identik dengan barcode yang ada di naskah soal.
"Dengan barcode ini, peserta UN tidak perlu lagi menulis kode soal. Untuk memeriksanya, barcode LJUN akan dipindai dan disesuaikan dengan naskah," kata Khairil di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (9/4/2013). 

Ia juga mengimbau agar pengawas UN memahami hal ini sehingga apabila ada siswa yang meminta tukar LJUN karena rusak, naskah soalnya juga harus diganti baru. Kemudian para peserta didik juga diminta untuk memisahkan LJUN dengan naskah soal sebelum mengerjakan soal UN.

Berikut adalah Contoh Lembar Jawaban UN 2013.

Kemdikbud : Ini Contoh Lembar Jawaban UN 2013


"Sekali lagi, LJUN hanya boleh digunakan untuk mengerjakan naskah soal yang menjadi pasangannya karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana," kata Khairil. 

Seperti diketahui, UN kali ini memiliki 20 variasi paket naskah soal untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Dengan demikian, peserta didik dapat konsentrasi dalam mengerjakan soal dan cukup mempelajari materi sesuai kisi-kisi sebelum ujian berlangsung.

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/09/17053592/Ini.Contoh.Lembar.Jawaban.UN.2013

Tags   #Edukasi   #Ujian Nasional


Baca Juga ::

Jika anda merasa ini adalah sebuah info yang penting dan bermanfaat, Kami Mohon Share (Bagikan) Link blog sederhana ini pada teman atau kerabat anda melalui link share ke sosial media yang telah disediakan, sehingga blog sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, Terima Kasih,,,
Salam AYO BACA


Bukankah “kita” bukan “aku”

 Bukankah “kita” bukan “aku”

 Bukankah “kita” bukan “aku”

Aku ada disisi
Tapi tak kau hargai
Begitu dekatnya aku denganmu

Tapi tidak untuk hatimu
Katanya kau sayang padaku
Sayang seperti apa ini???

Apakah aku hanya sebagai pelampiasan hatimu
Bila mereka yang kau anggap temanmu gak ada dan tak memperdulikanmu???
Kau bilang mereka temanmu??
Bukankah mereka temanku juga…

Mengapa kau gunakan kata” aku” bukan “kita” saja,
Kau tak pernah menyadari
Akan kata yang kau keluarkan dari dua bibir itu,
Yang terkadang menyakitkan hatiku teman
Aku harap kau mengerti…

Aku tulus menjadikan kau sahabatku
Aku gak berharap lebih, hanya barharap pengertian yang tulus darimu,
Bahwa aku ini sahabatmu…..

karya : Nurmalinda Davinly
kompasiana.com/Nurmalinda3


Tags  #Puisi  #Fiksi

Baca Puisi Lainnya :

Kamis, 11 April 2013

Puisi : Mimpi

Puisi : Mimpi
Mimpi

Senyum mu itu kembali menyapaku
dengan lembut
dengan pasti
kau tepat ada di depan ku memandangku

senyum itu tak berubah juga
walau hampir setahun tak bertemu
kau masih seperti yang dulu
tak banyak yang berubah

aku ingin lebih lama lagi menatap wajahmu
melepaskan semua rindu ini
aku ingin kau temani ku lagi
berbicara tentang hari ini dan masa depan

biarkan malam ini lebih panjang lagi
dan tiap hari pun menjadi malam
agar ku bisa bertemu dengan mu lagi
seperti malam kemarin di dalam tidur ku

*rindu untuk mu

Karya : Uli Na
kompasiana.com/tonga 


Tags  #Puisi 

Baca Puisi Lainnya :

Rabu, 10 April 2013

Puisi : Jika Esok…

 Puisi : Jika Esok…

Malam letih menggenggam pekat, lalu melepasnya bersama bulir embun, aroma pagi menyeruap 

Gerimis seperti tak hendak berhenti, sejak dini hari, menyisakan dingin menggigit sepi

Kali ini, ada yang berbeda, ada kau menemaniku disana
Kecup lembutmu tertinggal di pundakku, lingkar lenganmu lekat di pinggangku,desah nafasmu masih kusimpan di kupingku

Bagaimana aku bisa lupa.. 

Jika esok, jika lusa, aku kembali terjaga, aku ingin hal yang sama
Bisa ?

Karya :  Valencya Poetri

Tags  #Puisi

Minggu, 07 April 2013

Sejarah Lahirnya TNI Angkatan Udara (AU)


Logo TNI AU
Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.
 
Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.

Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka.

PESAWAT MERAH PUTIH PERTAMA

Pesawat Merah Putih PertamaHari itu 27 Oktober 1945, sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda, di Pangkalan Maguwo, Yogyakarta terlihat ada kesibukan. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih, mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu, untuk membangkitkan Sumpah Pemuda.
 
Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi, adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Hari itu, Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih. Upaya itu membawa hasil.

Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka.

sumber: http://tni-au.mil.id/content/sejarah-tni-angkatan-udara


Jika menurut ini adalah sebuah info yang penting dan bermanfaat, Kami Mohon Share (Bagikan) Link blog sederhana ini pada teman atau kerabat anda melalui link share ke sosial media yang telah disediakan, sehingga blog sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, Terima Kasih,,,
Salam AYO BACA

RENUNGAN BUAT YANG BERNAMA "ANAK"

RENUNGAN BUAT YANG BERNAMA "ANAK"

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi.
Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman.
Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata.
Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur,
memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia.

Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. 
Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."

Namun,

Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi.
Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata. Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?
Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad,
Ketika jenazah ibu hendak dimandikan,
dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.

Tangan ibu, tangan ajaib.
Sentuhan ibu, sentuhan kasih.
Dapat membawa ke Surga Firdaus.

Semoga bisa jadi renungan untuk kita semua..
Silahkan share/bagikan, semoga manfaat..



Jika anda merasa ini  penting dan bermanfaat, Kami Mohon Share (Bagikan) Link blog sederhana ini pada teman atau kerabat anda melalui link share ke sosial media yang telah disediakan, sehingga blog sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, Terima Kasih,,,
Salam AYO BACA

Cerpen : Suamiku TNI

Cerpen : Suamiku TNI
Aku selalu tersenyum di hadapan laki-laki ini. Aku tak ingin membuatnya terbebani. Apa-apa yang ia minta akan selalu kuturuti. Namun ia tak pernah memintaku macam-macam. Ia hanya memberiku ciuman di kening kala bibirnya masih lelah tuk berkata-kata. Aku tau bagaimana ia mencoba untuk menenangkan diri. Besok adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke lima. Namun suamiku harus bertugas ke daerah konflik. Rasanya sangat berat apabila tak kulewatkan moment penting itu bersamanya. Suamiku pun menginginkan hal yang sama. Tapi kami harus tetap teguh memegang prinsip. Darah suamiku sudah menjadi milik Negara. Dia tak melakukan itu demi mendapatkan gaji yang diperolehnya sebagai tentara. Cita-citanya sejak kecil amatlah mulia. Dia ingin membela bangsa. Membela tanah kelahirannya. 

Air mataku tak dapat berhenti mengalir tatkala menyaksikan sejumlah peristiwa miris pada tayangan televisi. Tidakkah konflik yang berkepanjangan ini mampu memaklumi bahwasanya perdamaian itu lebih indah dan abadi. Bukankah kita akan bahagia jika kita bisa hidup damai? Mengapa mereka lebih menyukai sebuah pertumpahan darah. Apa untungnya untuk bangsa kita? Bukankah pertumpahan darah akan menyisakan luka yang mendalam untuk berbagai pihak. Terutama kami, para istri TNI. 

Hatiku terasa remuk. Aku tak tahu kenapa tiba-tiba bulu kudukku berdiri. Aku gelisah. Ingin kurebahkan tubuhku, namun aku tak mampu. Tak tahu sepertinya ada firasat buruk yang menimpaku. Kucoba untuk meminum segelas air putih, kemudian aku duduk kembali. Kupandangi foto-foto yang terpajang di dinding rumahku. Foto-foto saat aku dan suamiku masih berpacaran. Begitu romantis dan indah. Kadang aku merindukan masa-masa itu. Masa-masa tenang yang tak menggangguku. 

“Sayang.”panggilnya lirih. Tangannya menyentuh pundakku. Kemudian ia memelukku. Aku tak kuasa menahan tangisku. Perempuan memiliki firasat yang lebih kuat daripada laki-laki. Namun aku tak mau mencegahnya pergi. Kami sudah pernah berjanji untuk negeri ini. Kami sudah berjanji untuk memberikan segala yang kami miliki untuk mengabdi. Seperti aku, akan kurelakan suamiku, satu-satunya laki-laki yang kucintai. 

“Mas.”kupeluk balik suamiku. Terasa bahunya basah oleh air mataku. “Aku berjanji akan selalu mencintaimu. Aku berjanji mas.”

Suamiku mengelus bahuku. Kemudian ditatapnya mataku dalam-dalam. 

“Jangan khawatir Istriku. Aku akan selalu bersamamu. Dimanapun dan kapanpun.”ucapnya penuh ketegaran. 

 Aku semakin tak kuasa menahan kegundahanku. Kuciumi wajah dan tangan suamiku. Aku hanya ingin berbakti untuknya. Berbakti untuk negeri ini. Kuikuti hingga langkahnya menghilang di balik pintu. Aku menangis. Hatikupun pilu. Tak henti-hentinya kuucapkan dzikir melalui bibirku. Oh Tuhan, sabarkan aku. Sabarkan pilihanku. Sabarkan pula kecintaanku pada suamiku. 

Seiring waktu berjalan, semua telah berlalu. Tuhan benar-benar mengabulkan doaku. Dengan senyuman kupeluk foto suamiku tercinta. Janji Tuhan tak pernah diingkari. Suamiku memang telah gugur dalam tugasnya. Namun aku bangga. Aku bangga memiliki orang yang setia dan selalu mencintaiku. Aku bangga memiliki suami seteguh dirinya dalam bertempur membela Negara. Tuhan pun telah menyabarkanku. Meluluhkan hatiku dengan cara yang syahdu.

penulis: Anindya Gupita
sumber: http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2013/04/04/cerpen-suamiku-tni-548171.html

Tags #Fiksi   #Cerpen