Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Memahami Pemikiran R.A Kartini Melalui Tulisan-Tulisannya

Memahami Pemikiran R.A Kartini Melalui Tulisan-Tulisannya
Memahami Pemikiran R.A Kartini Melalui Tulisan-Tulisannya -  R.A Kartini atau lebih dikenal dengan Ibu Kita Kartini. Apa yang terpikir ketika kita mendengar nama ini, jawabannya pasti beragam, mulai dari emansipasi wanita indonesia, buku habis gelap terbitlah terang, lomba kartini, inspirasi wanita indonesia, dan bermacam-macam istilah lainnya. Kartini lahir di Jepara, tanggal 21 April 1879 dan wafat pada tanggal 17 September 1904 di Rembang. 

Setiap Tanggal 21 April kita sebagai warga negara Indonesia khususnya perempuan merayakan Hari Kartini, dari tahun ke tahun sejauh yang kita ingat setiap hari Kartini disekolah diwajibkan memakai pakaian adat daerah dari berbagai pelosok tanah air atau kegiatan‐kegiatan yang berkaitan dengan kewanitaan. Dimana kaum perempuan bisa sekolah setinggi‐tingginya, dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.
Ketika membahas sosok Kartini ada sebuah tanya dalam benak, sebenarnya, seberapa dekat kita memahamin Pemikiran R.A Kartini, minimal dari kisah hidupnya, dan lebih dalam mengupas pemikirannya yang tertuang dalam surat-suratnya yang intens kepada sahabat-sahabatnya yang kebanyakan justru wanita-wanita Belanda yang dianggapnya mewakili kebudayaan yang lebih maju, untuk bertukar pikiran serta keluh kesah atas nasib wanita pada bangsanya yang terkungkung dan belum menikmati kemerdekaan dan hak-hak yang semestinya.

Pernahkah anda memikirkan mengapa  seorang Kartini, puteri dari seorang Bupati Sosroningrat di Jepara dan ibu wanita biasa dari rakyat jelata, yang setelah dewasa kemudian menikah muda dengan Bupati pula, dari Rembang, dalam masa feodal, memilih memperjuangkan hak-hak kaumnya dan rakyat jelata yang tertindas, dengan memberi kesadaran melalui pendidikan? Dan bagaimana seorang wanita muda yang bahkan masa hidupnya sangat singkat, tak lebih dari 25 tahun, meninggal setelah melahirkan anak pertama, sampai sebegitu dihargainya oleh bangsa ini, hingga pada tanggal 2 Mei 1964 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 108 (era Soekarno) menganugerahi Raden Ajeng Kartini gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional? Padahal Kartini tak pernah turut maju bertempur dalam medan peperangan, atau berjuang lewat jalur politik seperti kebanyakan pejuang segenerasinya? Padahal ia menjalani hidup yang ‘biasa-biasa saja’, tenang dan damai sebagai keturunan ningrat, meski dalam keterkungkungan dan keterbatasan hak yang dipaksakan diterima wanita Jawa pada masa itu, tentu tak akan menjadi sedemikian penghargaan terhadapnya jika tak ada yang ISTIMEWA pada diri Ibu Kita ini…

Berikut kami tampilkan cuplikan  beberapa penggalan surat-surat dari ratusan helai yang ditulisnya, yang 7 tahun setelah kematiannya yakni pada tahun 1911, seorang pejabat Belanda yang mengenal Kartini dan keluarga Bupati Jepara cukup dekat, J.H. Abendanon, lalu memilih 106 judul dari surat-surat Kartini yang berhasil dikumpulkannya, untuk diterbitkan dalam buku yang terkenal dengan judul:

DOOR DUISTERNIS TOT LICHT, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul: HABIS GELAP TERBITLAH TERANG!

Semoga lewat cuplikan penggalan surat-suratnya, kita bisa lebih menghargai jasa pahlawan pendidikan dan pembela hak kaum wanita yang gigih dan progresif ini, pemikiran-pemikirannya yang maju melebihi zamannya, juga dari sisi sastra, surat-suratnya yang lugas dan jujur dengan diksi yang kaya dan alur penceritaan yang enak, tak jarang puitis, membuat kita bisa memahami kondisi yang dihadapi Kartini dan kaum wanita Jawa umumnya pada era itu, langsung dari sudut pandang orang pertama, seolah-olah kita juga turut mengalaminya sendiri! Luar biasa!

Langsung saja baca dan selami penggalan isi surat-surat R.A. Kartini berikut!  …
"dan kami yakin seyakin-yakinnya bahwa air mata kami, yang kini nampaknya mengalir sia-sia itu akan ikut menumbuhkan benih yang akan mekar menjadi bunga-bunga yang akan menyehatkan generasi-generasi mendatang." (Surat R.A. Kartini kepada Ny. Abendanon 15 Juli 1902-DDTL, hal. 214) 
DDTL = DOOR DUISTERNIS TOT LICHT (Habis Gelap Terbitlah Terang) 

"… andaikata aku jatuh di tengah-tengah perjalananku, aku akan mati bahagia, sebab bagaimanapun jalannya telah terbuka, dan aku telah ikut membantu membuka jalan itu yang menuju kepada kemerdekaan dan kebebasan Wanita Jawa (*baca: wanita Indonesia)” - DDTL halaman 81

“Aku masih melihat senyumnya yang membuat raut mukanya bercahaya ketika ia berkata: “Ah, ibu, aku mau hidup 100 tahun. Hidup ini terlalu pendek. Pekerjaan banyak sekali menunggu. Dan sekarang aku bahkan belum boleh memulai.”
(R.A. Kartini kepada Nyonya Marie Ovink-Soer, yang sudah dianggap ibu oleh Kartini, sebagaimana ditulis Nyonya Marie dalam bukunya: Persoonlijke Herinnering aan R.A. Kartini)

“Teman-teman saya di sini mengatakan agar sebaiknya kami tidur saja barang 100 tahun. Kalau kami bangun nanti, kami baru akan tiba pada jaman yang baik. Jawa (*baca: Indonesia) pada saat itu sudah begitu majunya kami temukan, seperti apa yang selalu kami inginkan.”(Surat R.A. Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 6 November 1899)


Ketika Kartini menginjak usia 12,5 tahun, pada tahun 1892, ia pun harus meninggalkan bangku sekolah. Masuk ke pingitan! Ayahnya yang dalam beberapa hal boleh dibilang berpikiran maju, ternyata belum dapat melepaskan tradisi bangsawan kuno untuk memingit putrinya di dalam rumah sampai tiba saatnya nanti seorang pria datang melamarnya.

Betapa sedihnya Kartini dapat dibayangkan dalam surat-suratnya kemudian, antara lain surat berikut ini yang ditulisnya kepada Nyonya Abendanon, 8 tahun sesudahnya (dalam surat ini, Kartini memakai kata ganti orang ketiga tunggal untuk memaksudkan dirinya):

“Gadis itu kini telah berusia 12,5 tahun. Waktu telah tiba baginya untuk mengucap selamat tinggal pada masa kanak-kanak. Dan meninggalkan bangku sekolah, tempat dimana ia ingin terus tinggal. Meninggalkan sahabat-sahabat Eropah-nya, di tengah mana ia selalu ingin terus berada. Ia tahu, sangat tahu bahkan, pintu sekolah yang memberinya kesenangan yang tak berkeputusan telah tertutup baginya. Berpisah dengan gurunya yang telah mengucap kata perpisahan yang begitu manis. Berpisah dengan teman-teman yang menjabat tangannya erat-erat dengan air mata berlinangan. Dengan menangis-nangis ia memohon kepada ayahnya agar diijinkan untuk turut bersama abang-abangnya meneruskan sekolah ke HBS di Semarang. Ia berjanji akan belajar sekuat tenaga agar tidak mengecewakan orang tuanya. Ia berlutut dan menatap wajah ayahnya. Dengan berdebar-debar ia menanti jawab ayahnya yang kemudian dengan penuh kasih sayang membelai rambutnya yang hitam. ‘Tidak!’ jawab ayahnya lirih dan tegas. Ia terperanjat. Ia tahu apa arti ‘tidak’ dari ayahnya. Ia berlari. Ia bersembunyi di kolong tempat tidur. Ia hanya ingin sendiri dengan kesedihannya. Dan menangis tak berkeputusan. Telah berlalu! Semuanya telah berlalu! Pintu sekolah telah tertutup di belakangnya dan rumah ayah menerimanya dengan penuh kasih sayang. Rumah itu besar. Halamannya pun luas sekali. Tetapi begitu tebal dan tinggi tembok yang mengelilinginya.”

Kepada Stella Zeehandelaar, dalam suratnya yang pertama, Kartini pun sempat menyuarakan nuraninya yang merujit terhimpit kungkungan tembok pingitan itu:

“Sahabat-sahabat ayah yang berbangsa Eropah - ini saya ketahui lama kemudian - telah dengan susah payah mencoba mempengaruhi orang tuaku agar mengubah keputusannya untuk memingit aku yang begitu muda dan begitu penuh gairah hidup ini. Tapi orang tuaku tetap teguh dengan keputusannya. Dan aku tetap dalam kurunganku. Empat tahun yang panjang telah kutempuh dalam kungkungan empat tembok yang tebal tanpa sedikit pun melihat dunia luar. Bagaimana aku dapat melaluinya, aku tak tahu lagi. Aku hanya tahu bahwa itu MENGERIKAN.”

“Ketahuilah bahwa adat negeri kami melarang keras gadis2 keluar rumah. Ketika saya berusia 12 tahun lalu saya ditahan di rumah; saya mesti masuk tutupan, saya dikurung di dalam rumah seorang diri sunyi senyap terasing dari dunia luar. Saya tiada boleh keluar ke dunia itu lagi bila tiada serta dengan seorang suami, seorang laki-laki yang asing sama sekali bagi kami, dipilih oleh orang tua kami untuk kami, dikawinkan dengan kami, sebenarnya tiada setahu kami.” 
(Surat Kartini kepada Zeehandelaar, 25 Mei 1899)

“Jalan kehidupan gadis Jawa itu sudah dibatasi dan diatur menurut pola tertentu. Kami tidak boleh mempunyai cita-cita. Satu-satunya impian yang boleh kami kandung ialah, hari ini atau besok dijadikan istri yang kesekian dari seorang pria. Saya tantang siapa yang dapat membantah ini. Dalam masyarakat Jawa persetujuan pihak wanita tidak perlu. Ia juga tidak perlu hadir pada upacara akad nikah. Ayahku misalnya bisa saja hari ini memberi tahu padaku: Kau sudah kawin dengan si anu. Lalu aku harus ikut saja dengan suamiku. Atau aku juga bisa menolak, tetapi itu malahan memberi hak kepada suamiku untuk mengikat aku seumur hidup tanpa sesuatu kewajiban lagi terhadap aku. Aku akan tetap istrinya, juga jika aku tidak mau ikut. Jika ia tidak mau menceraikan aku, aku terikat kepadanya seumur hidup. Sedang ia sendiri bebas untuk berbuat apa saja terhadap aku. Ia boleh mengambil beberapa istri lagi jika ia mau tanpa menanyakan pendapatku. Dapatkah keadaan seperti ini dipertahankan, Stella?” 
 (surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 6 November 1899)



Membaca surat-suratnya, dapatlah kiranya kita mulai mengerti, betapa seorang gadis muda belia yang tengah membara gairahnya melihat dunia lewat jendela sekolah, terbuka luas mata wawasannya, tiba-tiba harus masuk ke pingitan dan dipisahkan dari mimpi-mimpinya, direnggut paksa oleh tradisi kolot aturan feodal di zamannya yang tak memberi ruang bagi wanita untuk mendapatkan hak-hak sederajat dengan pria dalam hal memperoleh kesempatan pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Wanita di era Kartini hanya memiliki satu tujuan yang baik di akhirnya, yaitu menikah. Bisa dipahami, betapa selama dalam masa pingitan itu, Kartini yang terbelenggu menjadi berontak lewat tulisan-tulisan pemikirannya, pemberontakan pemikiran yang tidak hanya memikirkan nasib dirinya sendiri, tapi juga nasib rakyat jelata (Kartini adalah separuh ningrat dan separuh rakyat jelata, meski dari garis buyut ibunya masih ada keturunan raja juga) dan kaum wanita yang dibelanya, hendak dibebaskannya melalui jalan yang diyakininya dapat berhasil, yakni lewat penyadaran melalui pendidikan! Curhatannya pada sahabat-sahabatnya lewat surat-suratnya…

“Mengapa kami ditindas? Itu membuat kami memberontak. Mengapa kami harus mundur? Mengapa sayap kami harus dipotong? Tak lain karena tuduhan dan fitnah orang-orang kerdil yang berpandangan picik. Untuk memuaskan orang-orang macam itulah kami harus melepaskan cita-cita kami. Andaikan betul-betul perlu, benar-benar tidak dapat dielakkan, kami akan tunduk. Namun kenyataannya tidak demikian. Segala-galanya berkisar pada pendapat umum. Semua harus dikorbankan untuk itu. Dikatakan: Orang akan bilang ini atau bilang itu, kalau kami lakukan apa yang kami lakukan dengan seluruh jiwa kami. Dan siapakah orang-orang itu? Dan untuk orang-orang macam itu kami harus menekan keinginan kami, harus membunuh cita-cita kami, dan mundur kembali ke alam gelap.” (Kartini, 1901)

“Lalu akan saya robohkan rintangan-rintangan yang dengan bodoh telah dibangun untuk memisahkan kedua jenis. Saya yakin, kalau ini sudah terlaksana, akan banyak manfaatnya, terutama untuk pria. Saya tidak percaya bahwa pria yang berpendidikan dan mempunyai sopan santun akan sengaja menghindari pergaulan dengan wanita-wanita yang berpendidikan dan berpandangan setaraf dengan mereka…” 

 — Luar biasa bukan? Untuk seorang gadis muda belia berusia 22 tahun!!! (3 tahun sebelum meninggal!) Berikut adalah beberapa goresan pemikiran R.A. Kartini tentang pendidikan dan cintanya pada tanah air…

— Tentang Ibu Pertiwi:

“Dalam kebudayaan kita sering disebut-sebut Ibu Pertiwi. Bagi saya Ibu Pertiwi bukanlah suatu dewi. Tetapi apabila kita hendak melambangkan sumber kekuatan dari perlambang itu, marilah kita memandang sumber-sumber yang nyata, yang kongkrit, dalam diri beratus-ratus, beribu-ribu ibu, yang dengan penuh ketekunan mengasuh, menjaga, dan memungkinkan kita memberikan darma bakti kepada nusa dan bangsa, kepada tanah air yang kita cintai bersama. Ibuku berlalu setelah melaksanakan sumbangsihnya sampai sudah lanjut umurnya. Berlalu dengan mewariskan kemesraan dan kecintaan. Berlalu dengan meninggalkan pesan. Kita akan meninggalkan tempat ini mungkin dengan tambahan tekad untuk menghargai ibu-ibu yang masih dan yang akan melaksanakan panggilan hidupnya. Mudah-mudahan hal ini merupakan sumbangsih yang kecil dari keluarga kami untuk kekuatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, yang sama-sama kita tegakkan dan sama-sama kita cintai. Kami banggakan kesederhanaan Ibu, yang tetap berhasil menciptakan tazim kami dengan cara beliau sendiri, sehingga dengan keyakinan kami masing-masing yang beliau selalu hormati, kami mempunyai keleluasaan untuk berbakti. Inilah kekuatan dan kekayaan yang kiranya subur di tanah air kita yang sama-sama kita bina dan jaga. Kesederhanaan saya tonjolkan, karena pesan yang dapat diambil ialah: Dengan kesempatan dan perlengkapan kita yang lebih banyak daripada yang dimiliki Ibu, maka diharapkan dari kita semua peningkatan dari apa yang dicapai oleh beliau.”(R.A. Kartini)

— Tentang Peranan Wanita sebagai Pendidik:

“Siapakah yang akan menyangkal bahwa wanita memegang peranan penting dalam hal pendidikan moral pada masyarakat. Dialah orang yang sangat tepat pada tempatnya. Ia dapat menyumbang banyak (atau boleh dikatakan terbanyak) untuk meninggikan taraf moral masyarakat. Alam sendirilah yang memberikan tugas itu padanya. Sebagai seorang ibu, wanita merupakan pengajar dan pendidik yang pertama. Dalam pangkuannyalah seorang anak pertama-tama belajar merasa, berpikir dan berbicara, dan dalam banyak hal pendidikan pertama ini mempunyai arti yang besar bagi seluruh hidup anak…”

“Tangan ibulah yang dapat meletakkan dalam hati sanubari manusia unsur pertama kebaikan atau kejahatan, yang nantinya akan sangat berarti dan berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Tidak begitu saja dikatakan bahwa kebaikan ataupun kejahatan itu diminum bersama susu ibu. Dan bagaimanakah ibu Jawa dapat mendidik anak kalau ia sendiri tidak berpendidikan?”

“Hanya sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat. Lingkungan keluarga (orang tua) harus membantu juga. Malahan lebih-lebih dari lingkungan keluargalah yang seharusnya datang kekuatan mendidik. Ingatlah! Keluarga (orang tua) dapat memberikan pengaruhnya siang-malam, sedang sekolah hanya beberapa jam saja…”

“Binalah mereka (putri2 bangsawan) menjadi ibu2 yang pandai, cakap dan sopan. Mereka akan giat menyebarkan kebudayaan di kalangan rakyat. Sadar akan panggilan moral dalam masyarakat mereka akan menjadi ibu2 yang penuh kasih sayang, pendidik yang baik dan berguna bagi masyarakat yang memerlukan bantuan dalam segala bidang.” (Berikanlah Pendidikan Kepada Bangsa Jawa *baca: Indonesia) Nota R.A. Kartini tahun 1903 yang dipublikasikan melalui berbagai surat kabar.

— Tentang Emansipasi (Ya, kata emansipasi sudah menjadi trend pada era Kartini! Sebagaimana ia menuliskannya sendiri dalam suratnya!)

“Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia bumiputra, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh orang lain, kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara, sudah ditakdirkan…”(Surat R.A. Kartini kepada temannya Zeehandelaar, 9 Januari 1901)

“Bukan hanya suara dari luar saja, suara yang datang dari Eropah yang beradab, yang hidup kembali itu, yang datang masuk ke dalam hati saya, yang jadi sebab saya ingin supaya keadaan yang sekarang ini berubah. Pada masa saya masih kanak-kanak, ketika kata EMANSIPATIE belum ada bunyinya, belum ada artinya bagi telinga saya, serta karangan dan kitab tentang pasal itu masih jauh dari jangkauan saya, telah hidup dalam hati saya suatu keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri. Keadaan sekeliling saya memilukan hati, menerbitkan air mata karena sedih yang tidak terkatakan, keadaan itulah yang membangunkan keinginan hati saya itu. Dan karena suara yang datang dari luar yang tiada putus-putusnya sampai kepada saya, keras makin keras jua, maka bibit yang ada dalam hati saya, yaitu perasaan yang merasakan duka nestapa orang lain yang amat saya kasihi, tumbuhlah, sampai berurat berakar, hidup subur serta dengan rindangnya.” (s.d.a, 25 Mei 1899)

 — Tentang pergolakan batin dan semangat:

“Siapa yang melihat atau menduga dahsyatnya pergolakan yang menggelora dalam batin gadis remaja ini? Tidak ada seorangpun yang dapat menduganya. Ia menderita seorang diri. Tidak ada orang tua atau saudara yang menduga apa yang bergolak dalam hatinya, dan memberi simpatinya kepadanya. Dimanakah ia akan dapat meletakkan kepalanya yang capek ini dan melepaskan tangis kesedihannya?”

“Memang suatu pekerjaan yang seolah-olah tak mungkin dapat dikerjakan! Tetapi siapa tidak berani, takkan menang! Itulah semboyanku. Maka ayo maju! Bertekad saja untuk mencoba semua! Siapa nekad, mendapat tiga perempat dari dunia!” 

 — Tentang para pelopor zaman:

“Pada jaman manapun dan dalam bidang apapun, kaum pelopor selalu mengalami rintangan-rintangan hebat. Itu kami sudah tahu. Tetapi betapa nikmatnya memiliki suatu cita-cita. Suatu panggilan. Katakanlah kami ini orang-orang gila… Atau apa saja… Tetapi kami tidak dapat berbuat lain. Kami tidak berhak untuk tinggal bodoh, bagaikan orang-orang yang tidak berarti. Keningratan membawa kewajiban.”(Kartini, awal 1900)

 — Tentang Cita-cita Menjadi Guru:

“Karena saya yakin sedalam-dalamnya bahwa wanita dapat memberi pengaruh besar kepada masyarakat, maka tidak ada yang lebih saya inginkan daripada menjadi guru, supaya kelak dapat mendidik gadis-gadis dari para pejabat tinggi kita. O, saya ingin sekali menuntun anak-anak itu, membentuk watak mereka, mengembangkan pikiran mereka yang muda, membina mereka menjadi wanita-wanita masa depan, supaya mereka kelak dapat meneruskan segala yang baik itu. Masyarakat kita pasti bahagia kalau wanita-wanitanya mendapat pendidikan yang baik… Di dunia wanita kita terdapat banyak derita yang pedih. Penderitaan yang telah saya saksikan waktu saya masih kanak-kanak itulah yang membangkitkan keinginan saya membawa arus yang tidak mau membenarkan saja keadaan-keadaan yang kolot.”(Kartini, 1901)

“Kami sekali-kali tidak ingin membuat murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropah atau orang Jawa-Eropah. Dengan pendidikan bebas kami bermaksud pertama-tama membuat orang Jawa menjadi orang Jawa sejati, yang menyala-nyala dengan cinta dan semangat terhadap nusa bangsanya, terbuka dengan mata dan hati terhadap keindahan serta kebutuhannya. Kami hendak memberikan kepada mereka segala yang baik dari kebudayaan Eropah, bukan untuk mendesak atau mengganti keindahan mereka sendiri, melainkan untuk menyempurnakannya.”

— Tentang Ningrat dan Kebangsawanan:

“Sebelum kau menanyakan, aku tidak pernah memikirkan bahwa aku, seperti katamu, adalah keturunan ningrat tinggi. Apakah aku seorang putri raja? Bukan. Raja terakhir yang menurunkan kami, mungkin sudah 25 turunan yang lalu. Ibuku masih berhubungan dekat dengan raja-raja Madura. Buyut beliau masih memerintah sebagai raja dan neneknya adalah puteri yang berhak menggantikan raja. Bagiku hanya ada dua jenis kebangsawanan: kebangsawanan jiwa (akal) dan kebangsawanan budi (perasaan). Menurut perasaanku tidak ada yang lebih gila dan menggelikan daripada orang-orang yang membanggakan keturunannya. apakah sebenarnya jasanya dilahirkan sebagai seorang bangsawan? Dengan otakku yang kecil ini aku tidak dapat menangkapnya…”

“Apa gunanya kaum ningrat yang dijunjung tinggi itu bagi rakyat, kalau mereka dipergunakan oleh Pemerintah untuk memerintah rakyat? Sampai sekarang tidak ada, atau sangat sedikit, yang menguntungkan bagi rakyat. Lebih banyak merugikan - kalau kaum ningrat menyalahgunakan kekuasaannya. Ini tidak jarang terjadi. Keadaan demikian itu harus berubah. Kaum ningrat harus pantas untuk bisa dijadikan pujaan rakyat; sehingga akan banyak mafaatnya untuk rakyat. Pemerintah harus membawa kaum ningrat ke arah itu. Dan satu-satunya jalan ialah memberi PENDIDIKAN yang mantap, yang tidak semata-mata didasarkan pada pengembangan intelektuil, melainkan terutama pada pembinaan watak… Banyak sekali contoh yang membuktikan bahwa tingkat kecerdasan otak yang tinggi sama sekali bukan jaminan akan adanya keagungan moral.”

— Tentang Kepedulian Kartini pada rakyatnya:

“Tak setetes pun hujan turun dalam tiga minggu ini. Panasnya luar biasa terik. Kami tak pernah mengalami sepanas ini. Bahkan tidak pada musim kemarau yang terkering pun. Ayah sampai putus asa. Bibit pada di sawah telah menyoklat. O, kasihan! Kasihan rakyatku! Selama ini rakyat di daerah kami selalu kecukupan pangan sehingga mereka tidak pernah mengenal adanya bencana kelaparan. Akan tetapi apa yang belum terjadi bisa saja terjadi. Seperti pada kekeringan di musim hujan ini yang sudah merupakan pertanda buruk. Apa yang akan terjadi kalau kekeringan dan panas yang terik ini berlangsung terus? Sejak beberapa hari ini tiap pagi betiup angin yang biasanya baru datang di bulan Mei. Pancaroba-kah ini? Atau musim kemarau telah bermula? Ngeri! Kami semua tak berdaya. Betapa sedihnya melihat bibit yang ditanam menyoklat dan layu. Dan kami tak dapat berbuat apa-apa. Manusia tak bisa membuat air. Kirimkan pada kami dingin dari negerimu. Nyonya boleh mengambil panas dari sini seberapa Nyonya mau.”(Surat Kartini kepada Nyonya Nellie van Kool)

“Karena musim panas yang berkepanjangan ini, hampir seluruh panen gagal di daerah ini. Daerah sekitar Grobogan paling menderita di mana bencana kelaparan mulai merajalela. Di Demak, di mana 26 ribu bahu sawah gagal dipanen, serangan kolera telah pula mengganas. Sementara orang-orang dengan cemas menunggu datangnya musim hujan yang akan membanjiri daerah ini. Sungguh tanah yang malang! Pada musim kemarau ia gersang dan pada musim hujan ia kebanjiran.”(Surat Kartini kepada Stella)

— Tentang Kebanggaan Kartini atas kerajinan dan kesenian rakyatnya:

“Hura! Untuk kesenian dan kerajinan rakyat kami! Hari depannya sudah pasti akan cemerlang. Aku sulit untuk mengatakan betapa girang, terima kasih dan beruntungnya kami di sini. Kami sangat bangga atas rakyat kami. Mereka yang kurang dikenal dan karena itu juga kurang dihargai. Hari depan kaum seniman Jepara sekarang sudah terjamin. Tuan Zimmerman tak habis-habisnya memuji hasil karya para seniman rakyat berkulit coklat yang sering dihina ini. Para pengrajin kami di sini baru saja mendapat pesanan besar dari Oost en West untuk perayaan hari Sinterklaas. Kami menikmati anugerah ini. Kini seniman-seniman yang cakap itu dapat menuangkan gagasan-gagasan mereka yang indah. Gagasan yang puitis pun dapat terjelma dalam bentuk-bentuk yang indah, garis-garis yang ramping, mengombak dan melenggok dalam warna-warna cemerlang.”(Surat Kartini kepada E.C. Abendanon, anak dari Mr. J.H. Abendanon)

— Tentang kecintaan Kartini menjadi bagian dari rakyatnya:

“Untuk pertama kali namaku disebut di muka umum bersama rakyatku. Di situlah tempat namaku seterusnya. Aku bangga Stella, bahwa namaku disebut senafas dengan rakyatku!”

— Tentang kesadarannya akan adanya Tuhan:

“… Banyak sekali kejadian pada waktu akhir2 ini menunjukkan bahwa manusia hanya menimbang2. Tuhanlah yang akhirnya menetapkan. Semua itu merupakan peringatan kepada kita semua yang berpandangan picik supaya kita jangan sombong: jangan mengira bahwa kita mempunyai ‘kemauan sendiri’. ada suatu Kekuasaan yang lebih tinggi dan lebih besar daripada semua kekuasaan di dunia. Ada Kemauan yang lebih kuat dan lebih kuasa daipada semua kemauan manusia dijadikan satu. Celakalah orang yang membusungkan dadanya dan mengira bahwa kemauannya adalah sekuat baja! Hanya ada satu kemauan yang boleh dan harus kita miliki, yaitu kemauan untuk mengabdi kepada Kebaikan!… Sekarang kami memegang erat tangan Dia. Dia-lah yang mengarahkan kami, menilai dengan penuh kasih sayang… Di situ GELAP MENJADI TERANG, taufan menjadi angin tenang. Sebetulnya semua di sekitar kami masih sama saja, tetapi bagi kami telah tidak sama lagi. Telah terjadi perubahan dai dalam kami yang menyinari segala2nya dengan cahaya-Nya. Kami merasa tenang dan damai dalam jiwa kami… Kami selalu memohon agar diberi kekuatan untuk memikul baik duka maupun suka. Terutama dalam suka, sebab dalam bersuka ria terdapat godaan… Kami tak dapat mengatakan betapa besar terima kasih kami bahwa kami telah berkenalan dengan Nyonya van Kol…”

“… Tahukah kau siapa yang membuka tabir di muka mata kami? Ialah: Nellie van Kol. Tetapi yang sekarg menuntun kami untuk menemukan Tuhan ialah Ibu. Sungguh bodoh kami ini. Sepanjang hidup kami memiliki mutiara segunung di samping kami, tetapi kami tidak melihatnya, tidak mengetahuinya. Sungguh, betul2 bodoh dan sok tahu kami ini. Dan kau sekarang tak dapat membayangkan betapa bahagia Ibu dan para sesepuh lainnya, melihat perubahaan hidup kejiwaan kami. Tak satu kata celaan keluar dari mulut mereka. Hanya: ‘Tuhan baru sekarang berkenan membuka hati kalian. Bersyukurlah!’”. (Surat Kartini kepada anak Abendanon)  

— Tentang Angan-angan Kartini: 

“… Semoga melalui banyak sekali penderitaan dan kesedihan, kami berhasil menciptakan sesuatu. Bagi rakyat kami. Terutama yang bermanfaat bagi kaum wanita kami - bagaimanapun kecilnya. Andaikata ini pun tidak terlaksana, semoga penderitaan dan perjuangan kami berhasil menarik perhatian khalayak ramai terhadap keadaan-keadaan yang perlu diperbaiki. Dan andaikata itu pun tidak dapat kami capai, wahai, setidaknya kami telah berusaha berbuat baik, dan kami yakin benar bahwa air mata kami, yang kini nampaknya mengalir sia-sia itu, akan ikut menumbuhkan benih yang kelak akan mekar menjadi bunga-bunga yang akan menyehatkan generasi-generasi mendatang.”
SUMBER: SATU ABAD KARTINI 1879-1979 - Pustaka Sinar Harapan

Sekian Informasi sederhana namun bermakna mengenai "Memahami Pemikiran R.A Kartini Melalui Tulisan-Tulisannya" yang dapat kami share melalui artikel ini semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Tags #Artikel  #Hari Peringatan 

Baca Juga :
Jika menurut ini adalah sebuah info yang penting dan bermanfaat, Kami Mohon Share (Bagikan) Link blog sederhana ini pada teman atau kerabat anda melalui link share ke sosial media yang telah disediakan, sehingga blog sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, Terima Kasih,,,
Salam AYO BACA



Minggu, 10 Maret 2013

Cara Mengendalikan Emosi dan Rasa Marah

Cara Mengendalikan Emosi dan Rasa Marah - Emosi dan rasa marah adalah kekuatan besar yang bisa menggerakkan hidup kita ke arah kebahagiaan dan keberhasilan. Tapi tanpa pengendalian emosi, juga bisa merusak kualitas kehidupan kita. Berikut adalah beberapa cara untuk mengendalikan emosi dan rasa marah,,

Emosi dan Rasa Marah


1. Perasaan – perasaan yang dialami seseorang umumnya bersumber dari pikiran. Ketika seseorang berpikiran negatif perasaan orang tersebut cenderung menjadi negatif. Sebaliknya ketika seseorang berpikiranpositif, perasaan orang tersebut cenderung positif. Jadi mengendalikan pikiran adalah langkah pertama untuk mengendalikan perasaan.
2. Biasakanlah memberi kesempatan kepada hati dan pikiran untuk mengambil keputusan. Semakin seseorang mahir menyerahkan keputusan kepada hati dan pikiran jernih, maka semakin sehat emosinya. Itu adalah kondisi ideal dimana akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal. 

wanita Emosi dan Rasa Marah

3. Emosi negatif adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dalam diri seseorang. Ketika suasana hati menjadi tidak nyaman, cobalah menerangkan dengan berdoa, menemui sahabat untuk berbagi perasaan (Curhat), beristirahat, mendengarkan musik atau apa saja yang disukai. 

4. Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasa ­an negatif yang dirasakan. Misalnya, apakah masalahnya terlalu berbahaya sehingga seseorang ketakutan? Atau apakah masalahnya begitu gawat sehingga seseorang harus marah besar? 

5. Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyak ­inan yang salah. Misalnya: siapa bilang kegagalan itu suatu kebodohan? Siapa bilang masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya? Dan siapa bilang kita tidak mampu memaafkan? 

6. Kendalikan reaksi anda terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya ketika ada yang menyalip motor dengan tiba-tiba, anda bisa memilih untuk marah atau memilih tetap tenang yang pertama bisa membuat anda jadi orang yang reaktif dan emosional, tapi yang kedua mengajarkan anda menguasai diri dengan baik. 
pria dan wanita Emosi dan Rasa Marah

7. Perasaan bukanlah masalah benar atau salah. Manusiawi sekali-sekali memiliki perasaan takut, marah, sedih dan kecewa. Yang penting kita tidak larut dalam perasaan-perasa ­an negatif itu dan tidak mengambil keputusan-keput ­usan penting di saat suasana hati sedang kacau. 

8. perasaan yang negatif dan suasana hati yang buruk bisa juga disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak sehat.Kita bisa saja merasa “BETE” ketika film, stress, kurang flu, stress, kurang tidur, capek dan sebagainya. Kita tidak perlu mencemaskan perasaan-perasa ­an yang tidak nyaman dan bersifat sementara tersebut, sering kalilah melakukan tindakan-tindak ­an sederhanayang bisa mengubah suasana hati. 

9. Hidupkanlah perasaan-perasa ­an yang menyenangkan sesering mungkin termasuk untuk hal-hal yang kita inginkan tercapai atau terjadi. Misalnya: perasaan gembira ketika anak kita akan di wisuda ketika mendapatkan hadiah, ketika akan bertemu dengan seseorang yang dicintai atau dinanti, ini adalah salah satu cara mengerahkan emosi untuk membantu mewujudkan impian menjadi kenyataan. 

bersyukur dalam segala hal

10. Belajarlah mengucap syukur dalam segala keadaan.Hati yang penuh dengan ucapan syukur akan membuat hidup lebih ringan, pikiran lebih jernih dan perasaan lebih nyaman. Sehingga mengendalikan perasaan bukanlagi beban yang berat

Baca Juga ::

Ini Motivasi Saya
Yang Bijak,Yang Cerdas dan dihormati
Because I Love You

Selasa, 12 Februari 2013

Tips Merayakan Valentine's Day

Hari Valentine (Valentine's Day) merupakan saat-saat yang ditunggu oleh hampir sebagian besar pasangan, apa penyebabnya?? itu karena Valentine's Day merupakan hari kasih sayang artinya pada hari ini seseorang menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada pasangannya, nah,, apakah anda sudah punya rencana untuk merayakan hari valentine bersama pasangan anda?? jika anda belum punya rencana untuk valentine's day nanti, simak artikel yang bertema tips merayakan valentine's day bersama pasangan anda, berikut adalah beberapa tips untuk merayakan valentine's day :
  1. Luangkan waktu yang berkualitas dengan orang yang dicintai. Pergilah ke sebuah    restoran   yang bagus atau membuat makan malam khusus. atau menonton film romantis bersama. Cobalah untuk menghindari gangguan,  seperti surfing internet, mengobrol di telepon sementara sekitar orang-orang,  atau memutuskan untuk melakukan hal-hal lain sendiri atau dengan kelompok orang lain.

  2. Luangkan waktu yang berkualitas dengan orang yang dicintai

  3. Membuat kartu buatan sendiri untuk seseorang (pasangan anda). Kartu ini akan memiliki makna  lebih jika itu dibuat oleh Anda sendiri dari pada membeli kartu dari toko. Gunakan kata-kata Anda sendiri untuk menggambarkan rasa cinta anda pada orang yang akan anda berikan kartu ini (pasangan anda).  anda juga dapat Membuat puisi atau catatan penghargaan. Tambahkan sedikit "hak cipta" simbol  di bagian belakang kartu for fun. 


  4. Pikirkan untuk memberikan permen, atau coklat pada pasangan anda,  Jika Anda mendapatkan sesuatu untuk teman  sekelas sekolah, mendapatkan sebuah kotak kecil dari mereka hati manis dengan  ucapan kecil pada mereka. Jika Anda ingin, Anda dapat membuat resep cokelat  bersama dengan orang lain pada Hari Valentine. sepertinya ini sangat cocok untuk anda para pria dan pasangana anda yang menyukai coklat.

  5. Pikirkan untuk memberikan permen, atau coklat pada pasangan anda,

  6. Ekspresikan kata-kata Anda dengan mawar. Sedangkan lavender (atau ungu) terlihat  lebih pada kencan pertama dan rahasia "cinta pada pandangan pertama" saat, mawar  putih adalah tradisi untuk pernikahan. Pink, oranye, dan mawar kuning dipandang  sebagai kekaguman, kegembiraan dan persahabatan masing-masing. Kuning dan merah  muda yang sangat mirip dan dapat digunakan untuk acara yang sama. Akhirnya,  mawar merah, sebagai warna mengungkapkan dan menekankan keindahan dan cinta.  Mawar merah secara tradisional dipertukarkan oleh pasangan dan orang-orang yang  ingin mengungkapkan perasaan mereka terhadap yang lain.

  7. Ekspresikan kata-kata Anda dengan mawar.

  8. Nikmati saja Hari Valentine nanti . Siapa bilang bahwa orang perlu pendamping hanya untuk  hari ini  dalam setahun?  Ambil perjalanan panjang dan menikmati pemandangan. Jika terlalu bersalju atau es turun,  tinggal di dan menonton pertandingan olahraga atau film romantis di Televisi. mudah bukan, jadi walaupun anda tidak punya pasangan santai saja "keep smile and keep spirit" (just advice)

Jumat, 08 Februari 2013

Info Seputar Tahun Baru Imlek 2013


Tahun Baru Imlek 2013
Tahun Baru Imlek atau dikenal juga dengan Tahun Baru China dimulai dengan Bulan Baru pada hari pertama tahun baru dan berakhir pada bulan purnama 15 hari kemudian. Hari ke-15 tahun baru disebut Festival Lentera, yang dirayakan pada malam hari dengan menampilkan lentera dan anak-anak membawa lentera dalam parade.

Kalender Cina didasarkan pada kombinasi dari gerakan bulan dan matahari. Siklus lunar adalah sekitar 29,5 hari. Dalam rangka untuk "mengejar" dengan kalender matahari menyisipkan Cina tambahan satu bulan sekali setiap beberapa tahun (tujuh tahun keluar dari 19-yearcycle). Ini adalah sama seperti menambahkan satu hari ekstra pada tahun kabisat. Inilah sebabnya, menurut kalender matahari, Tahun Baru Cina jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya.

Malam Tahun Baru dan Hari Tahun Baru dirayakan sebagai acara keluarga, waktu reuni dan syukur. Perayaan secara tradisional disorot dengan upacara keagamaan yang diberikan untuk menghormati Langit dan Bumi, para dewa rumah tangga dan leluhur keluarga.

Pengorbanan kepada nenek moyang, yang paling penting dari semua ritual, bersatu para anggota hidup dengan mereka yang telah meninggal. Kerabat Departed diingat dengan rasa hormat yang besar karena mereka bertanggung jawab untuk meletakkan dasar bagi keberuntungan dan kemuliaan keluarga.

Kehadiran nenek moyang diakui pada malam tahun baru dengan makan malam diatur bagi mereka di meja perjamuan keluarga. Roh-roh para leluhur, bersama-sama dengan yang masih hidup, merayakan awal Tahun Baru sebagai salah satu komunitas besar. Pesta komunal yang disebut "mengelilingi kompor" atau weilu. Ini melambangkan persatuan keluarga dan menghormati generasi masa lalu dan kini.

Tahun Baru Imlek 2013 
Tahun Baru Cina akan dimulai pada tanggal 10 Februari 2013 yang menandai awal Tahun Ular. Tahun 4711 akan di Kalender Cina. Tahun Baru Cina juga dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Tahun Baru Cina adalah festival utama Cina tahun dan itu bukan acara keagamaan. Kami menjelaskan beberapa tradisi dan cerita terkait dengan perayaan ini.

Sebagai Cina menggunakan kalender Lunar untuk festival mereka tanggal Cina perubahan Tahun Baru dari tahun ke tahun. Tanggal tersebut sesuai dengan hilal (bulan hitam) baik dalam akhir Januari atau Februari. Secara tradisional perayaan berlangsung selama lima belas hari, berakhir pada tanggal bulan purnama.

Pesta kembang api dan Keluarga
Pada perayaan Imlek orang mengenakan pakaian merah, hiasi dengan puisi di atas kertas merah, dan memberikan anak-anak "uang keberuntungan" dalam amplop merah. Merah melambangkan api, yang menurut legenda dapat mengusir nasib buruk. Kembang api yang mandi perayaan berakar pada kebiasaan kuno mirip. Dulu, orang-orang di China menyalakan batang bambu, percaya bahwa api berderak akan menakut-nakuti roh jahat.

source : 
  • topmarks.co.uk
  • infoplease.com
  • education2.uvic.ca
  • wikipedia.com
Editor and Translate By Zamal Abdul Halim

Rabu, 06 Februari 2013

Inilah Kisah dan Sejarah Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine
Hari Valentine atau dalam bahasa Inggris disebut  Valentine's Day dikenal juga sebagai Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya inilah kebiasaan yang dilakukan orang-orang Barat. Ternyata bukan hanya di belahan dunia bagian barat saja tradisi ini terjadi bahkan orang-orang di negara bagian timur, termasuk Indonesia juga telah menjadikan Hari Valentine sebagai hari bersejarah dalam kehidupan mereka terutama para remaja.  Namun sudah tahukah anda mengenai kisah, sejarah dan mitos dibalik perayaan Hari Valentine  itu sendiri ???

Sejarah Hari Valentine sendiri terdiri dari banyak versi bahkan sampai saat ini tidak ada versi yang benar-benar pasti mengenai sejarah Hari Valentine ini, berikut selengkapnya,,,

Sejarah Hari Valentine Versi 1
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Sejarah Hari Valentine Versi 2
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
  • seorang pastur di Roma
  • seorang uskup Interamna (modern Terni)
  • seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Hari Valentine
Keterkaitan antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sejarah Hari Valentine Versi 3
Kisah Valentinius

Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.

Hari Valentine
Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Itulah beberapa Kisah dan Sejarah dibalik Hari Valentine yang merupakan budaya dan tradisi dunia barat, Lumayan banyak memang, Lalu Bagaimana pendapat anda setelah membaca artikel ini?? Apakah anda juga memiliki versi Sejarah Hari Valentine sendiri??? silahkan berikan pendapat anda,,,

source
  • history.com
  • wikipedia
  • morristown.com
  • orlr.org 
            

Sabtu, 19 Januari 2013

Mau Hasil SEO anda bagus


Mau Hasil SEO anda bagus

Anda sering dibuat kecewa oleh hasil SEO Anda ?

Mudah-mudahan saja tidak, tapi jika memang iya, tentu ada hal yang tidak Anda inginkan bisa terjadi.
Entah karena web Anda masih sepi kunjungan, riset kata kunci yang salah, atau apapun itu. Tapi satu yang perlu saya garis bawahi adalah, jika Anda memang sungguh-sungguh dalam SEO, maka hendaknya Anda memasarkan produk bagus yang berkualitas tinggi dan satu lagi UNIK dan sangat dibutuhkan dipasaran.

Tanpa produk yang bagus dan berkualitas tinggi, tentu akan menjadi sia-sia orang yang telah susah payah Anda datangkan dari search engine, pembeli hanya membeli jika produk yang dicarinya benar-benar sesuai kriterianya.

Mau Hasil SEO anda bagus

Jumat, 18 Januari 2013

Tidur yang Sehat


Tidur yang Sehat
oleh :Dr. Shah Nawaz Khan 
The Review of Religions, April 1993

Semua mahluk hidup memerlukan istirahat setelah melakukan aktivitas / kegiatan, karena aktivitas tersebut menggunakan jaringan sel hidup sehingga akan timbul kerusakan pada jaringan tersebut, istirahat ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang dimaksud. Selama kita tidur, tubuh mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru dan limbah serta uap kotor yang terjadi pun dibuang. Tidur ini tidak hanya diperlukan oleh manusia dan hewan saja, tumbuh-tumbuhan pun memerlukannya. Sebagai contoh saja, pada siang hari tumbuhan bunga matahari daun-daun kelopak bunganya terbuka dan menutup kembali pada waktu senja menjelang malam hari.

Mengenai tidur ini, tidak ada aturan kaku dan ketat yang diberlakukan, karena istirahat tidur ini tergantung pada usia, jenis pekerjaan, temperamen setiap individu. Bayi dan anak-anak memerlukan tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Pada orang orang yang sudah berumur mereka sebenarnya lebih memerlukan istirahat daripada tidur yang sebenarnya, selama berbaring mereka lebih banyak menggunakan waktu untuk mengubah-ubah posisi berbaringnya saja. Orang yang bekerja dengan menggunakan otak/pikirannya memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan fisiknya. Orang-orang yang lemah dan sakit-sakitan memerlukan lebih banyak tidur daripada orang sehat. Sebagai suatu ukuran, orang dewasa yang sehat dan banyak bekerja dengan otak/pikiran seyogyanya tidur selama tujuh jam.

Malam hari adalah waktu terbaik untuk tidur. Hal ini bukanlah masalah kebiasaan saja bahwa orang-orang yang bekerja pada siang hari akan tidur pada malam hari, namun secara alamiah terlihat bahwa siang hari lebih cocok untuk bekerja dan waktu malam digunakan untuk beristirahat/tidur. Pelaksanaan diluar aturan alamiah ini akan menimbulkan suatu beban yang lebih besar dan menghasilkan kondisi yang tidak sehat. Sebagai buktinya adalah bahwa para penjaga malam, dan bintang-bintang sinema yang bekerja di malam hari sebagai konsekwensinya harus tidur di siang hari, hal demikian dapat membuat suatu pengaruh yang dapat mengganggu kesehatannya.

   
     Tidur mempengaruhi metabolisme tubuh dan merangsang daya asimilasi, itulah sebabnya jika tidur berlama-lama malah tidak sehat, karena tubuh kita menyerap / mengasimilasi limbah dan uap-uap kotor lagi, sehingga jika kita tidur kelamaan maka akibatnya kita bukannya menjadi segar bersemangat tetapi malah loyo. Disarankan untuk menata selang-selang (periode) aktivitas dan istirahat menjadi lebih pendek. Contoh yang terbaik adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW, beliau biasanya pergi tidur tidak terlalu malam kemudian bangun beberapa saat setelah lewat tengah malam untuk melakukan shalat Tahajjud, besoknya beberapa saat menjelang tengah hari beliau tidur sejenak. Ada juga orang-orang yang menyarankan agar pergi tidur larut malam kemudian bangun terlambat, hal seperti ini praktis tidak alamiah. Kita mengetahui bahwa hewan pun termasuk burung-burung bangun di awal waktu pagi, Seorang Muslim diperintahkan untuk bangun awal dan menjalankan shalat subuh dan praktek seperti ini adalah selaras dengan keadaan alami sehingga menyehatkan.

       Tidur berbaring dengan posisi telentang adalah kurang sehat, karena menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC, juga tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan. Banyaknya tidur pada sisi kiri badan (menghadap kekiri) bisa menggangu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak, jika ini terjadi kita akan mengalami mimpi-mimpi sedih memilukan, mimpi buruk/seram (nightmares)bahkan berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme). Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap kekanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan. Dalam posisi tidur diusahakan agar kepala menghadap ke Utara dan kaki mengarah ke Selatan, sehingga tubuh tidak menolak arus/medan magnet konstan mengaliri sekujur tubuh dari kutub magnetik Utara menuju ke Selatan dan 'terhubung' lancar ke sistem syaraf kita.

         Perlu diketahui & diingat sehubungan dengan fenomena tidur ini, yaitu jika terdapat suatu keinginan, niat, ide didalam fikiran kita sebelum tidur maka hal-hal tersebut secara latent mengendap didalam alam bawah sadar kita sepanjang malam dan tanpa disadari akan mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Sebagai contoh, jika seorang anak kecil tertidur dalam keadaan menangis maka pada umumnya saat anak itu bangun dia akan menangis lagi. Selanjutnya, jika seorang bayi jatuh tertidur ketika sedang menyedot susu, ia juga akan membuat gerakan yang serupa ketika terbangun. Oleh sebab itu, kita dianjurkan agar mengarahkan perhatian kita sebelum tidur pada hal-hal yang berhubungan dengan moral dan spiritual..
Rasulullah Muhammad SAW menyuruh kaum Muslim untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Al Quran, yaitu ayat Kursi dan tiga surah terakhir dari Al Quran sebelum tidur. Ayat-ayat tersebut tidak untuk dirapalkan seperti jampi-jampi atau mantera. Sebagaimana dapat diketahui, ayat-ayat tersebut banyak berbicara mengenai keagungan dan keindahan sifat-sifat Tuhan, dan hal ini akan memberikan kesan yang dalam serta kuat di alam fikiran kita. Merenungkan sifat-sifat keTuhanan tersebut akan membersihkan dan meninggikan ruhani serta mendapat perlindungan Allah SWT terhadap segala godaan setan dan hal-hal yang merugikan. Praktek seperti ini jika kita laksanakan dengan baik maka akan menjadi sumber yang besar bagi kekuatan moral.

        Tidak dianjurkan langsung tidur setelah makan malam. Ada pepatah lama mengatakan : berjalanlah sejauh 1 mil setelah makan malam, raihlah kebaikan untuk selamanya. Islam juga menganjurkan kita agar secara khusus menjalankan shalat Isya berjamaah di masjid. Perintah ini baik bagi jiwa maupun raga.
Sulit tidur atau tidur dengan kualitas yang buruk sering juga menjadi penyebab dan pendamping penyakit syaraf atau penyakit jiwa. Oleh sebab itu penting sekali untuk mendapatkan istirahat yang baik di malam hari. Sulit tidur bisa diatasi dengan suatu niat untuk tidur. Terdapat beberapa faktor yang membantu kita tidur, antara lain yaitu kebersihan tempat tidur, mandi air hangat, minuman hangat dsb.
Dakwah atau pengajaran Islam memang berdasarkan prinsip-prinsip kesehatan dan bersifat alami. Adalah sangat menyenangkan untuk mempelajari doktrin-doktrin Islam dipandang dari ilmu pengetahuan modern.

Tidur yang Sehat
 



Sabtu, 12 Januari 2013

Because I Love You

Because I Love You
Pernahkah Kalian Dicintai seseorang seperti ini? (Wajib Baca)

Seseorang yang mencintai kamu....Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu...Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu - satu nya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress...Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Jarang memujimu...
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik...
Hanya itu yang ia tahu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya...
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu...
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya...
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan...
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja...
Dan ia akan selalu menggunakan kata - kata itu, tepat pada waktunya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah...
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya,
dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya...
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana..........

Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini...
Pernahkan kita mencintai seperti ini...?

===============
Because I Love You 

Rabu, 09 Januari 2013

Mau tau Sejarah Google ??? Baca segera


Google

Google…
unik namanya, unik sejarahnya

Siapa yang tak kenal dengan Google. Bagi semua peselancar dunia cyber pasti sudah sangat akrab dengan Om Google ini. Google sangat terkenal dengan mesin pencari di rimba belantara dunia maya. Yang perlu dilakukan hanyalah mengetik kata sandi yang diinginkan maka Om Google akan melacak dan mencari informasi apapun yang diinginkan.

Google dengan dua “o” pun unik, sebab jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah “o” akan muncul sebanyak Web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata Googlo. Kata itu diciptakan oleh Milton Sirotta, Ponakan Edward Kasner seorang ahli Matematika dari AS. Sirotta membuat istilah Googlo untuk menyebutkan angka 1 (satu) yang diikuti 100 angka 0 (nol), Oleh karena itu penggunaan kata Google merupakan Refleksi dari kata Googlo.

Tapi tahukan Anda, Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan , yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.
Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. Pertemuana mereka terjadi pada pagi buta di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto. Larry dan Sergey memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama.

Melalui demo itu Andy setuju untuk memberikan bantuan dana berupa sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1 juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park,California.

Misi Google adalah, “untuk mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna.” Filosofi Google meliputi slogan seperti “Don`t be evil”, dan “Kerja harusnya menantang dan tantangan itu harusnya menyenangkan”, menggambarkan budaya perusahaan yang santai.

Saat ini Google merupakan sebuah perusahaan berpredikat nomor satu dalam top 100 perusahaan yang paling diminati di Amerika, dengan jumlah pegawai sekitar 10 ribu orang.


Selasa, 01 Januari 2013

Mengenal Sedikit JUVENTUS Primavera

Dalam sejarah, memang youth sector Juve adalah
salah satu yang terbaik di Italia dan telah menelorkan legenda-legenda seperti Roberto Bettega, Carlo Bigatto, Giampiero Boniperti, Sergio Brio, Giampiero Combi, Alessandro Del Piero, Andrea Fortunato, Giuseppe Furino, Carlo Parola, Pietro Rava dan Paolo Rossi. 

Di Italia, youth sector sendiri dibagi menjadi: Pulcini (8-10 tahun), Esordienti (10-12 tahun), Giovanissimi (u-15), Allievi (u-17), Berretti (u-19) dan Primavera (u-20).

Ketika Beppe Marotta dan Fabio Paratici bergabung di awal musim 2010/11, kondisi youth sector Juve, terutama primavera-nya, memang tidaklah buruk.

Pada tahun 2009 dan 2010, primavera Juventus dalam dua tahun berturut-turut memenangkan Torneo di Viareggio, salah satu turnamen tingkat primavera terpenting di dunia.

Akan tetapi, begitu mereka bergabung, jumlah pemain- pemain berkualitas meningkat tajam.

Fabio Paratici, tangan kanan Beppe Marotta, bertanggungjawab atas perekrutan bakat-bakat muda dan hasilnya sangat mengagumkan Dari pemain-pemain yang masuk ini, Gabriel Appelt Pires menunjukkan bakat yang sangat istimewa; Beltrame, Cisbah, Pol Garcia, Guano, Spinazzola dan Sluga menjadi pemain-pemain kunci bagi Marco Baroni, pelatih tim Primavera kita.

Sebelumnya, dia juga telah merekrut Frederik Sorensen, Laurentiu Branescu, Joel Untersee dan Hordur Bjorgvin Magnusson. Sorensen sekarang menghuni tim inti Bologna sedangkan Branescu, Untersee dan Magnusson menjadi pemain penting bagi Baroni. Luar biasa.

ALL HAIL FABIO PARATICI! Dilain pihak, pemain-pemain yang sudah mentok tidak diperpanjang lagi kontraknya atau di-lego ke tim lain dengan harga yang memadai.

Selain itu, pada musim 2011/12 ini, seiring dengan adanya rencana untuk menurunkan batas umur youth sector maka Juve telah lebih dulu melakukan perubahan dengan mengisi tim primavera-nya dengan pemain pemain berusia di bawah 19 tahun, yaitu yang berkelahiran di tahun 1993 atau sesudahnya.

Memang di tim masih terdapat Simone Di Dio, pemain belakang, dan Alberto Libertazzi, penyerang tengah, yang merupakan pemain- pemain kelahiran tahun 1992.

Kedua pemain ini kemungkinan dipertahankan untuk menjadi penyambung gap antara pemain-pemain yang sudah hengkang dengan pemain-pemain baru dan juga untuk menjadi panutan bagi para juniornya.

Pemain-pemain berkelahiran tahun 1992 lainnya sudah tidak diperkenankan untuk berada di tim primavera lagi dan telah dilepas atau dipinjamkan ke tim lain untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Senin, 31 Desember 2012

Tahun Baru 2013 Semangat Baru

Tahun Baru 2013 Semangat Baru
Tahun Baru 2013 Semangat Baru - Artikel

Sekarang sudah pukul 00.30 WIB, artinya bahwa kurang lebih 30 menit yang lalu wilayah indonesia bagian barat telah memasuki detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun yang baru, tahun 2012 yang baru saja dilewati tentu saja menyimpan berbagai kisah dari setiap individu yang berbeda, mulai dari kisah yang membahagiakan hingga kisah yang mengharukan, semuanya terangkai menjadi cerita yang penuh dengan suka dan duka selama setahun ke belakang.

2013 adalah lembaran baru, kisah baru, yang harus di isi dengan cerita-cerita yang baru pula, untuk mengisi 2013 yang baru datang ini mari kita awali dengan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya, Tahun Baru 2013 Semangat Baru. 

(Halim)

Minggu, 30 Desember 2012

pantun malam pertama


















sungguh senangnya pengantin baru
malam pertama ouh malu-malu
malam kedua padamkan lampu
malam ketiga tak boleh tau

ombak samudra berakhir sudah
dua mempelai tersenyum ramah
ouh satu hari takkan berpisah
pagi dan sore rambutnya basah

kipaslah kipas mencari angin
menutup pintu buka jendela
duhai senanganya yang baru kawin
bantalnya satu kepala dua


Puisi Untuk Kekasih



Wulan
 








Wulan
mestinya malam ini bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi-mimpiku selama ini
Wulanjemputlah aku
Wulansambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata-kata biasa
dan kau cukup tersenyum memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
di haribaanmu yang hangat
Wulantetaplah disisiku
Wulantataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin ku katakan tak terkatakan
sekian banyak yang ingin ku adukan diambil alih oleh air mataku
Wulandengarlah dadaku
Wulanbacalah air mataku
malam ini belum juga seperti mimpi-mimpiku selama ini
malam ini lagi-lagi kau biarkan sepi mewakilimu.

Hehehe. 3 hari gak ketemu rasanya gimana gitu. Wkwkwkwkwk
Salam anti galau.